Inilah Cara Untuk Menghindari Gaya Hidup Konsumtif Agar Masa Tua Lebih Terjamin

Gaya Hidup Konsumtif

Zaman sekarang ini, kita pasti seringkali mendengar kata “Hedon” yang menggambarkan atau mengkritik seseorang dengan gaya hidup yang konsumtif dan boros menggunakan uang untuk hal-hal yang tidak penting.

Kata ini juga biasanya digunakan untuk seseorang yang memiliki hasrat belanja yang tinggi dan membeli barang tanpa berpikir panjang.

Hedonism atau gaya hidup konsumtif adalah suatu pandangan hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi merupakan tujuan utama hidup.

Mereka akan dikategorikan sebagai seorang hedonism saat mereka melakukan sebuah aktivitas yang mengarah ke modernisasi dan tentunya menghabiskan banyak uang dan waktu.

Karena itulah, gaya hidup ini tak mungkin lepas dari gaya hidup hedon yang dimiliki. Memang bagi sebagian orang, gaya hidup seperti ini bisa memberi kebahagiaan dan kepuasan sendiri.

Namun, tanpa disadari hal ini lama kelamaan akan membuat finansialmu kurang baik serta membuat masa tua mu sengsara.

Lalu, bagaimana cara untuk menghindari penyebab gaya hidup konsumtif ini? Yuk simak di bawah.

3 Cara Menghindari Gaya Hidup Konsumtif Remaja

Gaya Hidup Konsumtif

Hedon memang bisa mengarah pada perilaku konsumtif yang merupakan kebiasaan hidup yang bisa merusak keuangan kalian.

Gaya hidup seperti ini sudah melekat di kalangan generasi milenial. Gaji anak-anak muda ini biasanya habis untuk nongkrong di kafe, jajan kopi, makan di restoran, jalan-jalan, serta beberapa perilaku konsumtif lainnya tanpa memiliki tabungan maupun investasi.

Buang jauh-jauh perilaku tersebut jika kalian tak ingin terpuruk dengan persoalan keuangan di masa depan kalian dengan cara berikut:

1.Buat Daftar Prioritas Kebutuhan

Gaya Hidup Konsumtif

Langkah awal untuk menjauhi hidup hedon adalah dengan menyusun daftar kebutuhan prioritas kalian. Tulis daftar tersebut dan tanamkan dalam pikiran kalian sehingga daftar tersebut akan menjadi pengingat.

Jika timbul hasrat untuk membeli sesuatu di luar kebutuhan, kalian harus berpikir panjang apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau tidak, apakah masih bisa ditunda atau tidak.

Usahakan untuk menjalankan komitmen tersebut sehingga kalian bisa menahan hawa nafsu untuk membeli barang di luar kebutuhan.

2.Menabung, Berinvestasi dan Buat Anggaran Keuangan

Gaya Hidup Konsumtif

Setiap kali menerima gaji, langsung gunakan untuk pengeluaran rutin, seperti membayar tagihan air dan listrik, membayar sewa, dan cicilan hutang jika ada.

Jangan lupa untuk menyisihkan uang untuk dana darurat, tabungan, dan investasi. Ketiganya sangat penting agar keuangan kalian stabil.

Jika ada kebutuhan mendadak, kalian bisa menggunakan dana darurat. Semetara tabungan dan investasi untuk menjamin keuangan kalian di masa depan.

Agar terhindar dari gaya hidup hedon, kalian perlu membuat anggara keuangan. Dengan begitu kalian akan mengetahui seberapa besar uang dari penghasulan yang bisa kalian belanjakan.

Cara mengatur keuangan biasanya menggunakan sistem 50-20-30. Tiap gaji atau penghasilan yang kalian terima setiap bulan, alokasikan 50% untuk biaya hidup sehari-hari seperti makan, transport, sewa rumah, tagihan, dan lain-lain.

Lalu, sisihkan 20% dari gaji untuk tabungan dan investasi serta dana darurat. Lalu sisa anggaran 30% dari gaju untuk hiburan, liburan, belanja baju, atau membeli barang yang diinginkan.

3.Kurangi Gesek Kartu Kredit = Mengurangi Gaya Hidup Konsumtif

Gaya Hidup Konsumtif

Kartu kredit sangat memudahkan seseorang untuk berbelanja, membeli barang, dan lain-lain. Kartu kredit ini juga menawarkan pembayaran cicilan yang murah.

Namun, perlu diingat bahwa kredit adalah utang. Walau bisa menyicil, kita bisa terkenal denda jika terlambat.

Gunakan kartu kredit dengan bijak dan manfaatkan berbagai promo yang ada. Pastikan gunakan kartu sesuai kemampuan anggaran.

Itulah 3 tips untuk menghindari gaya hidup konsumtif sejak dini. Semoga bermanfaat.

Recommended Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *